Khotbah (2) Minggu V Prapaskah 6 April 2025
Khotbah (2) Minggu V Prapaskah 6 April 2025
AKU MANUSIA BARU (Yes. 43:16-21)
“Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya?” (Yes. 43:19)
Firman Tuhan di hari Minggu ini bagi kita adalah Yes. 43:16-21. Ini nas kesaksian nabi Yesaya tentang kemahabesaran Allah, dalam karya tangan-Nya, sejak zaman purbakala bumi diciptakan dan Israel dibentuk serta dipilih-Nya. Allah menghukum manusia demi keadilan dan kuasa-Nya, tetapi Ia Maha Pengampun, yang dapat melupakan kesalahan umat di masa lalu atas dasar kasih-Nya.
Firman-Nya, "Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya?” (ay. 18-19a). Yesaya berkeyakinan, Allah akan melakukan perkara-perkara besar ke depannya bagi yang sudah berbalik kepada-Nya, menjadi manusia baru. “Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara” (ay. 19b).
Bagaimana dengan kita? Semua kita pasti tidak ada yang sempurna. Kita mungkin masih terbelenggu dengan sifat manusia biasa yang berdosa. Ketika saya diminta menjadi pendeta, saya juga masih orang yang mudah jatuh ke dalam dosa. Saya belum siap. Tapi setelah diyakinkan, saya bersedia. Kunci jawabannya: jangan fokus melihat diri sendiri, tetapi membuka kesempatan kita menjadi berkat bagi orang lain.
Menjadi manusia baru tidak perlu menjadi sempurna. Menjadi manusia baru hanya perlu pengakuan, tekad dan keyakinan, siap menyerahkan hidupnya kepada Tuhan. Percaya kepada Tuhan Yesus, percaya kepada Allah yang hidup di dalam Roh Kudus, yang akan terus menolong dan memimpin kita untuk semakin serupa dengan Dia. Itu titik mulainya. Susah? Tentu tidak.
Kedua, tanggalkanlah semua bebanmu. Jangan dosa lampau terus membayangi. Bebaskan dan selesaikan persoalan dengan saudara dan teman. Tidak perlu berjumpa untuk minta-minta maaf. Pikiran kita saja yang perlu disetel. Kalau ketemu, ya sapa dan salam, senyum. Menjadi manusia ciptaan baru: yang lama sudah berlalu (2Kor. 5:17a). Oleh karena itu ada ungkapan, kebahagiaan kita tidak tergantung kepada orang lain, tetapi dari diri sendiri. Jika ingin tahu siapa yang dapat melakukan itu, lihatlah cermin. Wajah di cermin itulah yang dapat membuat kita bahagia. Susah? Ya sedikit. Pelan-pelan pasti bisa.
Ketika datang kepada Tuhan Yesus, pengampunan tidak terjadi besoknya atau seminggu, atau tahun depannya. Pertobatan adalah menyadari Tuhan baik, dan bertekad untuk siap terus dibarui. Tentu setelah bertobat, kita masih akan berdosa, dan itulah kemanusiaan kita. Tetapi roh kita, semangat kita, terus siap dibaharui. Alkitab mengajarkan, pengudusan kita sebagai anak-anak Tuhan berlangsung terus-menerus seumur hidup (2Kor. 3:18; Ef. 4:13; 2Pet. 3:18). Puncak pengudusan adalah kesempurnaan yakni terjadi kelak di sorga (Flp. 1:6; 1Tes. 5:23)
Ketiga, mulailah menjalani hidup yang sesuai dengan dua hukum utama umat Kristen. Kasihilah Allah dan kasihilah sesamamu. Mengasihi Allah, bagian besarnya adalah menyukai firman-Nya. Rajin berdoa dan berserah, tidak memaksa mengikuti pikiran sendiri. Mencintai sesama, pun tidak harus memberi, tapi melakukan sesuatu sesuai ajaran Yesus: “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka” (Mat. 7:12). Simpel kan? Jadi, sebelum bertindak, berbuat, atau menulis sesuatu pesan, pikirkan dahulu, apakah hal itu mengikuti prinsip di atas. Jika ada yang senang membuat orang lain susah, saya kira mereka terjerat iblis!! Iblis memang terus mengganggu dengan pikiran sesat.
Yang terakhir, teruslah berbuah, menjadi berkat. Mulai dari hal kecil, berdoa bagi semua yang telah menolong kita, berdoa bagi semua keluarga, pengurus gereja dan perkumpulan. Ringan tangan dalam membantu, rajin ikut berperan. Bila diberi Tuhan berkat, berbagi. Menjadi manusia baru: sesungguhnya yang baru sudah datang (2Kor. 5:17b).
Oleh karena itu, ketika orang bertanya kepada kita, apakah kita sudah menjadi manusia baru? Jawablah: Aku manusia baru. Ada keinginan untuk meninggalkan yang lama, rindu yang baru datang. Peganglah, semua akan menjadi sempurna hanya ketika kita meninggalkan dunia ini dengan iman yang teguh kepada Dia.
Selamat beribadah dan selamat melayani.
Tuhan Yesus memberkati, amin.
Pdt. (Em.) Ir. Ramles Manampang Silalahi, D.Min.
Berita Terbaru
Khotbah
-
Khotbah Minggu V Prapaskah 6 April 2025Khotbah Minggu V Prapaskah 6 April 2025 MEMBERI DENGAN TULUS...Read More...
-
Khotbah (2) Minggu V Prapaskah 6 April 2025Khotbah (2) Minggu V Prapaskah 6 April 2025 AKU MANUSIA BARU...Read More...
-
Khotbah (3) Minggu V Prapaskah 6 April 2025Khotbah (3) Minggu V Prapaskah 6 April 2025 PERKARA-PERKARA...Read More...
- 1
- 2
- 3
- 4
Renungan
-
Khotbah Utube Membalas Kebaikan Tuhan Bagian 1Membalas Kebaikan Tuhan Bagian 1 Khotbah di RPK https://www.youtube.com/watch?v=WDjALZ3h3Wg Radio...Read More...
-
Khotbah Tahun Baru 1 Januari 2015Khotbah Tahun Baru 1 Januari 2015 Badan Pengurus Sinode Gereja Kristen...Read More...
-
Khotbah Minggu 19 Oktober 2014Khotbah Minggu 19 Oktober 2014 Minggu XIX Setelah Pentakosta INJIL...Read More...
- 1
Pengunjung Online
We have 85 guests and no members online