Monday, January 26, 2026

Khotbah (2) Minggu IV Setelah Epifani, 1 Februari 2026

Khotbah Minggu IV Setelah Epifani, 1 Februari 2026 – Opsi 2

 

 UCAPAN BAHAGIA (Mat. 5:1-12)

 

Firman Tuhan bagi kita Mat. 5:1-12, menuliskan tentang Ucapan Bahagia Tuhan Yesus. Ini merupakan bagian pertama dari lima bagian Khotbah di Bukit. Kita bisa membayangkan Tuhan Yesus naik ke bukit, diikuti oleh para muridnya. Kemudian Ia duduk, dan kebiasaan para murid akan tetap berdiri mendengarkan. Situasi ini juga seakan menggambarkan saat Nabi Musa menerima Hukum Taurat dari Allah di bukit Sinai (Kel. 19-26).

 

 

Khotbah di Bukit merupakan pengumandangan gagasan pola hidup baru bagi mereka yang mengikut Dia. Gagasan utama diawali dengan tawaran kebahagiaan yang berbeda dengan kebahagiaan pemahaman dunia. Beberapa versi Alkitab menggunakan kata "Berbahagialah" tetapi ada yang memakai kata "Diberkatilah" (misal NIV), meski sama maknanya. Gagasan kebahagiaan dalam nas ini diikuti dengan pengenalan diri sendiri, yakni sebagai terang dan garam dunia (ayat 13-16). Kemudian Tuhan Yesus menegaskan keberadaan hukum Taurat (ayat 17-19), dan memperlihatkan cara pandang baru dalam melakukannya. Ini sekaligus memberi koreksi atas pemahaman para ahli Taurat dan orang Farisi yang berlaku saat itu (ayat 20-dab).

 

 

Kebahagiaan yang dimaksud oleh Tuhan Yesus didasari oleh rasa telah memiliki Kerajaan Sorga (ayat 3, band. ayat 10 dan 12). Ada cara pandang dan karakter pribadi yang dihendaki Tuhan Yesus sebagai syarat agar dapat merasakan kebahagiaan tersebut, yakni:

 

 

 

·      *   miskin di hadapan Allah (ayat 3), bermakna rendah hati, tidak sombong, dan takut akan Allah;

 

·      *   berdukacita (ayat 4), bermakna peduli dan prihatin terhadap situasi sekelilingnya, masyarakat dan bangsanya; jadi bukan (hanya) yang berdukacita secara umum;

 

·     *    lemah lembut (ayat 5), bermakna sikap penuh kasih, sopan santun, tidak kasar dan mementingkan diri sendiri;

 

·      *   lapar dan haus akan kebenaran (ayat 6), yakni kiasan terhadap mereka yang mencari hakekat segala sesuatu, tidak hanya terpesona pada kulit atau bungkus, penampilan, tetapi dalam dan makna sesungguhnya kehendak Tuhan;

 

·     *    murah hati (ayat 7), karena akan memperoleh kemurahan. Ini sama dengan "berilah dan kamu akan diberi" (Luk. 6:38), menjadi berkat dan akan diberkati;

 

·    *     suci hatinya (ayat 8), tidak dipengaruhi iblis dan ego sehingga mereka akan mudah melihat Allah, dalam pengertian Allah ikut bekerja dalam dirinya;

 

·      *   membawa damai (ayat 9), dalam arti yang dipimpin Roh Allah (Rm. 8:14) mereka akan disebut anak-anak Allah.

 

 

 

Bagian kedua (ayat 10-12) nas ucapan bahagia terkait dengan derita penganiayaan yang diterima oleh mereka yang membela kebenaran, atau difitnah oleh mereka yang jahat. Para nabi-nabi dan rasul mengalami hal ini, tetapi semua itu upahnya besar di sorga. Sebagai pengikut Kristus, mari kita ubah cara pandang sehingga kita benar-benar memiliki kerajaan sorga di dunia ini dan merasakan kebahagiaan sejati. Kita Bahagia dan Tuhan pun senang. Dan inti sebenarnya adalah mengakui anugerah dan kasih Allah.

Selamat beribadah dan selamat melayani.

Tuhan Yesus memberkati, amin.

Pdt. (Em.) Ir. Ramles Manampang Silalahi, D.Min.

 

 

Khotbah

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4

Renungan

Pengunjung Online

We have 23 guests and no members online

Statistik Pengunjung

13337099
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Keseluruhan
1929
3015
4944
13308755
95898
141921
13337099

IP Anda: 216.73.216.175
2026-01-26 13:24

Login Form