Monday, March 16, 2026

Khotbah (2) Minggu V Prapaskah 22 Maret 2026

Khotbah Minggu V Prapaskah 22 Maret 2026 – Opsi 2

 

 NEGARA YANG GAGAL (Yeh. 37:1–14)

 

 ”Tulang–tulang kami sudah menjadi kering, dan pengharapan kami sudah lenyap” (Yeh. 37:11b)

 

 

 

Salam dalam kasih Kristus.

 

 

 

Banyak negara masuk kategori ‘gagal’ menurut Fragile States Index (Indeks Ketahanan Negara) dari Fund for Peace. Suriah, Myanmar, Afghanistan, dan beberapa negara lainya berada di kategori rawan. Indonesia patut bersyukur karena skor kerentanan menurun pada tahun 2022 dari tahun 2021, menunjukkan arah ketahanan negara yang membaik. Pada tahun 2022, Indonesia menempati urutan 100 dari 179 (urutan 1 berarti negara paling rawan, sementara urutan terakhir, 179, berarti negara paling stabil) Beberapa negara lain bahkan jauh lebih baik: Finlandia (179), Norwegia (178), Swiss (174), Singapore (165), Malaysia (122), Israel (146), dan Tiongkok (98)

 

 

 

Terlepas dari 12 indikator penilaian yang digunakan FSI yang mencakup empat kategori: sosial, ekonomi, politik dan militer, serta krisis dan konflik, survei ini mengingatkan pentingnya negara untuk tetap eksis, berkarya, dan berdaulat. Penurunan skor kerentanan Indonesia pada tahun 2022 menunjukkan arah perbaikan dalam ketahanan bangsa. Kita tentunya berharap tren positif ini terus berlanjut. Sebagai umat percaya, kita dipanggil untuk turut berperan, menjaga, dan mendoakan bangsa agar terus maju.

 

 

 

Firman Tuhan pada hari Minggu ini, dari Yeh. 37:1–14, berbicara tentang janji kebangkitan Israel. Sebelumnya, pasal 33 dan 35 menggambarkan kejatuhan, keputusasaan, dan kehancuran setelah kejayaan Daud dan Salomo runtuh dan bangsa terbuang ke Babel. Namun melalui Yehezkiel, Tuhan menyatakan bahwa Ia tidak membinasakan mereka. Kebangkitan akan datang setelah pertobatan, pemulihan, penyucian, dan penyatuan kembali (pasal 34 dan 36).

 

 

 

Dalam visi itu, Yehezkiel ditempatkan di lembah penuh tulang-tulang yang “sangat kering” (ay. 1–2); simbol kehancuran total (ay. 11). Tuhan bertanya, “Dapatkah tulang-tulang ini hidup kembali?” Yehezkiel menjawab, “Engkaulah yang mengetahui, ya Tuhan ALLAH!” Saat ia bernubuat menurut perintah Tuhan, terdengar suara berderak; tulang-tulang itu saling menyatu, kemudian urat dan daging tumbuh, kulit menutupinya, dan akhirnya mereka menerima nafas kehidupan (ay. 4–10). Sebuah gambaran kebangkitan bangsa.

 

 

 

Kelesuan dan kehancuran sebuah negara, juga pribadi, keluarga, atau komunitas, biasanya disebabkan banyak faktor. Namun, peran pemimpin sangat menentukan. Bangsa Israel jatuh karena ketidaksetiaan kepada Allah dan ketidakadilan terhadap sesama, sebagaimana diperingatkan berulang kali oleh para nabi.

 

 

 

Indonesia sebagai bangsa perlu belajar dari itu: melihat dengan jernih semua faktor penyebab kemunduran, menghindari kesalahan yang sama, dan memastikan sistem tetap berjalan adil dan sehat. Banyak buku yang membahas dinamika ini, misalnya Why Nations Fail (Daron Acemoglu & James A. Robinson) dan Guns, Germs, and Steel (Jared Diamond).

 

 

 

Pertanyaan besarnya: jika kehancuran itu terjadi pada kita secara pribadi, keluarga, atau komunitas, bagaimana bangkit kembali? Bagaimana respons saat kesusahan berat datang?

 

 

 

Nas hari ini memberikan jawabannya: pemulihan dimulai dari pertobatan, pengakuan, penyucian, dan kembali melekat kepada Tuhan. Jangan meninggalkan Dia, sebab Dialah pemegang kendali. Tidak semua hal dapat dijelaskan dengan logika; karena itu kita membutuhkan iman, hati, dan kesetiaan. Dari situlah muncul pengharapan, kekuatan, dan kemampuan untuk melewati penderitaan. Kasih Tuhan tidak pernah hilang, dan Ia ingin kita menjadi pemenang.

 

 

 

Firman Tuhan menutup bagian ini dengan janji: “... pada saat Aku membuka kubur-kuburmu ... Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali ... dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, yang mengatakannya dan membuatnya” (ay. 12–14). Terpujilah Tuhan.

 

 

 

Selamat beribadah dan selamat melayani.

 

 

 

Tuhan memberkati kita sekalian, amin.

 

 

 

Pdt. (Em.) Ir. Ramles Manampang Silalahi, D.Min.

 

 

Khotbah

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4

Renungan

Pengunjung Online

We have 29 guests and no members online

Statistik Pengunjung

13561628
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Keseluruhan
4278
6880
11158
13517750
77642
127844
13561628

IP Anda: 216.73.216.222
2026-03-16 13:01

Login Form