Friday, August 29, 2025

Khotbah Minggu XII Setelah Pentakosta - 31 Agustus 2025 (Opsi 2)

Khotbah Minggu 31 Agustus 2025 – Minggu XII Setelah Pentakosta (Opsi 2)

 

 IMAN DAN KASIH (Ibr. 13:1-8, 15-16)

 

             Firman Tuhan bagi kita pada Minggu XII setelah Pentakosta ini diambil dari Ibr. 13:1-8, 15-16. Lembaga Alkitab Indonesia memberi judul kepada bagian yang mencakup kedua perikop ini "Nasihat dan doa selamat." Kitab Ibrani pasal 1 - 12 menyampaikan tentang iman dengan ayat puncak Ibr 11:1 yakni definisi "Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat." Nas kita ditutup dengan penjelasan kasih. Ini menguatkan yang disampaikan Rasul Paulus di kitab Korintus: "Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih" (1Kor. 13:13). Ujung semuanya adalah kasih.

 

 

 

            Wujud nyata iman adalah perbuatan kasih, kepada Tuhan dan terhadap sesama. Iman tanpa disertai perbuatan pada hakekatnya mati (Yak. 2:17). Ini ditegaskan oleh dua hukum utama: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini" (Mrk. 12:30-31). Kasih kepada Allah puncaknya dinyatakan dalam rasa hormat, ketaatan dan kesetiaan, yang meski dalam kehidupan ada hal berat menimpa, termasuk penganiayaan seperti yang dialami pengikut Kristus saat surat Ibrani ini ditulis. Tetaplah taat dan setia.

 

 

 

            Kasih terhadap sesama, pertama mesti dinyatakan terhadap keluarga. Menjaga kekudusan perkawinan merupakan bukti kasih terhadap keluarga (ayat 4). Menjaga kesucian hati dengan selalu bersyukur bersama keluarga, dan mencukupkan yang ada dengan tidak menjadi hamba uang. Andalan kita dalam hidup ini bukan uang, tetapi Tuhan Yesus yang hidup dan menjadi penolong setia. “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau”, demikian firman-Nya (ayat 5-6).

 

 

 

            Kasih berikutnya dinyatakan terhadap gereja, dengan memberi dukungan kepada para hamba-hamba Tuhan, agar mereka cukup sejahtera hingga masa tua (ayat 7, band. Gal 6:6). Dukungan juga perlu kita berikan pada gerakan misi sebagaimana dinyatakan di ayat 2-3, yakni menolong dan memberi tumpangan bagi para misionaris dan orang asing, termasuk bagi orang-orang yang (saat itu) banyak diusir dari rumah orang tuanya, karena menjadi pengikut Kristus. Mereka membutuhkan tempat tinggal sementara. Menerima mereka dihitung sebagai menjamu malaikat (ayat 2).

 

 

 

            Bagian terakhir nas ini (ayat 15-16) meminta kita untuk "senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya. Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah." Maka pesan firman-Nya bagi kita pada kesempatan ini: Milikilah iman yang kuat dan teguh, berbicara atau chat dengan perkataan yang selalu sejuk dan indah dalam kehidupan sehari-hari, serta lakukan tindakan kasih berupa bantuan nyata kepada sesama. Itulah semua yang menjadikan hidup kita semakin menyenangkan hati Allah.

 

 Selamat beribadah dan selamat melayani.

 

 Tuhan Yesus memberkati, amin.

 

Pdt. (Em.) Ir. Ramles Manampang Silalahi, D.Min.

 

 

Khotbah

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4

Renungan

Pengunjung Online

We have 30 guests and no members online

Statistik Pengunjung

12674559
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Keseluruhan
721
5108
721
12610184
136141
150750
12674559

IP Anda: 216.73.216.178
2025-08-30 06:11

Login Form