Kabar dari Bukit, Minggu 18 Oktober 2026
Kabar dari Bukit
NASIB MUJUR DAN NASIB MALANG (Yes. 45:1-7)
”Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain, yang menjadikan terang dan menciptakan gelap, yang menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib malang; Akulah TUHAN yang membuat semuanya ini” (Yes. 45:6b-7)
Selamat pagi dan salam kasih.
Cerita sulitnya membangun gereja di Indonesia sudah sering kita dengar, kecuali kepala daerahnya pengikut Kristus. Bahkan gereja dibakar juga sudah pernah terjadi. Tetapi kita tidak boleh patah semangat. Ada saja penguasa yang bukan beragama Kristen mau memberikan perhatian dan pertolongan sehingga gereja keluar dari kesulitan yang dihadapi. Mengapa ini bisa terjadi?
Firman Tuhan bagi kita yang berbahagia di hari Minggu ini adalah Yes. 45:1-7. Ini kisah Raja Koresh (Cyrus) dari Persia yang menaklukkan kekaisaran Nebukadnesar termasuk wilayah Israel. Umat yang saat itu dibuang ke Babel, oleh Raja Koresh diperbolehkan kembali - dan bukan itu saja, diperbolehkan membangun Bait Allah yang telah dihancurkan. Koresh juga memberi bantuan peralatan dan dana yang dibutuhkan untuk membangunnya kembali (Ez. 6:3-5). Nas ini menyebut Koresh adalah raja yang telah dinubuatkan dan diurapi Tuhan yang memberi berkat besar bagi bangsa Israel (ay. 1; 44:28).
Alkitab menjelaskan bahwa pembuangan umat Israel ke Babel adalah penghukuman atas dosa-dosa mereka; dibuang 70 tahun, masa yang cukup lama. Tetapi Allah penuh kasih dan memakai Raja Koresh untuk membebaskan mereka kembali. Dari sini kita mendapat kesimpulan bahwa Tuhan memiliki kedaulatan penuh atas nasib bangsa-bangsa.
Demikian pula hidup kita. Kadang kita merasa bernasib mujur dan kadang merasa bernasib malang. Bahkan mungkin muncul pertanyaan: mengapa ada orang selalu hidupnya kelihatan begitu mujur dan ada orang yang merasa seolah-olah tidak pernah keluar dari kemalangan? Apakah Tuhan sedang menghukum atau melupakan? Tentu jawabannya tidak sesederhana itu. Ada berbagai faktor, seperti rencana indah Tuhan yang tersembunyi dan ada juga karena kesalahan diri kita sendiri tidak berhikmat. Mungkin kita merasa pintar, pendidikan dan IQ tinggi. Tetapi orang pintar tidak sama dengan orang berhikmat. Orang yang “bodoh” lambat berpikir belum tentu menjadi bebal. Kita juga perlu periksa latar belakang hidup temasuk para orangtua terkait dosa asal.
Pesan nas ini yang pertama, Tuhan berdaulat atas kehidupan manusia dan bangsa-bangsa. "Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain, yang menjadikan terang dan menciptakan gelap, yang menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib malang; Akulah TUHAN yang membuat semuanya ini" (ay. 6b-7). Tentunya kemalangan tidak diartikan Tuhan yang membuatnya, sebab Dia penuh kasih dan tidak mencobai manusia (Yak. 1:13); itu adalah pekerjaan setan dan kurangnya hikmat pada manusia. Nasib seseorang janganlah menjadi ukuran utama untuk menentukan apakah Allah hadir dan bekerja atau tidak. Demikian juga kemujuran seseorang tidak selalu berarti dia lebih baik daripada orang lain.
Oleh karena itu, pesan kedua agar manusia jangan bersikap bebal. Ketika keadaan berubah, tetaplah hidup dalam iman dan tanggung jawab. Jika hal baik datang maka bersyukurlah. Jika hal buruk terjadi, jangan langsung berpikir Tuhan sedang menghukum. Hal yang perlu kita lakukan adalah introspeksi, melihat kembali penyebabnya. Belajarlah dari pengalaman sendiri dan orang lain serta mendengar nasihat orang bijak.
Pesan ketiga, jangan kehilangan pengharapan. Kisah Ayub dan Yusuf yang menderita, tetapi bersama Allah mereka dapat melaluinya. Tetaplah dekat dengan Tuhan melalui rutin berdoa, membaca firman-Nya dan terus melakukan yang terbaik sehingga melalui hidup kita kemuliaan dan kebesaran Tuhan semakin tampak. Ia selalu membuka jalan dan tiada yang mustahil bagi-Nya.
Selamat beribadah dan bersekutu.
Tuhan Yesus memberkati. Amin.
Pdt. (Em.) Ir. Ramles Manampang Silalahi, D.Min.
Berita Terbaru
Khotbah
-
Khotbah Minggu XXIII Setelah Pentakosta –1 November 2026Khotbah Minggu XXIII Setelah Pentakosta –1 November 2026 HIDUP...Read More...
-
Khotbah (2) Minggu XXIII Setelah Pentakosta –1 November 2026Khotbah Minggu XXIII Setelah Pentakosta –1 November 2026 (Opsi...Read More...
-
Khotbah (3) Minggu XXIII Setelah Pentakosta –1 November 2026Khotbah Minggu XXIII Setelah Pentakosta –1 November 2026 (Opsi...Read More...
- 1
- 2
- 3
- 4
Renungan
-
Khotbah Utube Membalas Kebaikan Tuhan Bagian 1Membalas Kebaikan Tuhan Bagian 1 Khotbah di RPK https://www.youtube.com/watch?v=WDjALZ3h3Wg Radio...Read More...
-
Khotbah Tahun Baru 1 Januari 2015Khotbah Tahun Baru 1 Januari 2015 Badan Pengurus Sinode Gereja Kristen...Read More...
-
Khotbah Minggu 19 Oktober 2014Khotbah Minggu 19 Oktober 2014 Minggu XIX Setelah Pentakosta INJIL...Read More...
- 1
Pengunjung Online
We have 34 guests and no members online
