Kabar dari Bukit, Minggu 9 Agustus 2026
Kabar dari Bukit
INGAT TUHAN DI GUNUNG DAN DI LEMBAH (Mzm. 105: 1-6, 16-22, 45b)
”Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya senantiasa!” (Mzm. 105:4, TB2)
Selamat pagi, salam sejahtera....
Postingan renungan setiap pagi mengingatkan bahwa kita telah diberi berkat hidup di hari yang baru, sesuatu yang layak disyukuri dan ditutup doa pribadi. Adanya lagu pujian untuk disenandungkan melengkapi setiap hari adalah ibadah. Hari Rabu biasanya saya beri tambahan subjudul renungan: Bersekutu bersama Tuhan di pagi hari, Dia akan menuntun kita sepanjang hari. Amin.
Ada banyak faktor yang membuat tidak setiap orang mungkin mengikuti hal tersebut; salah satunya merasa sibuk dan tidak penting. Ini bisa dari kacamata pribadi yang dilatarbelakangi filsafat beragam, mulai dari pandangan tidak percaya Tuhan ikut campur tangan dalam kehidupan setiap hari dan fokuslah kepada yang bisa dikendalikan (Stoik); pandangan yang menekankan bahwa hidup itu kita yang memberi makna (Eksistensialis); atau pandangan yang mengatakan "Tuhan sudah mati" dan agama tidak lagi menjadi sumber nilai-nilai moral absolut (Nihilis - Nietzsche).
Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu yang berbahagia ini adalah Mzm. 105: 1-6, 16-22, 45b. Ayat 1-6 merupakan ajakan untuk bersyukur dan memuji Allah, sebagai respons atas perbuatan-perbuatan baik yang dilakukan-Nya di masa lalu. Ayat 16-22 ekspresi pernyataan kedaulatan dan rencana-Nya. Allah mengendalikan sejarah dan hidup seseorang termasuk di masa-masa sulit, kadang dibuat jatuh ke lembah seperti Yusuf yang dijual menjadi budak. Tetapi Tuhan mengendalikan hidup Yusuf, dibuat naik ke puncak menjadi tuan atas istana, sebuah berkat yang luar biasa.
Tentu kita tidak semua mengalami perjalanan hidup seperti Yusuf. Ada kita terlahir dari keluarga kaya, tapi tidak sedikit dari keluarga miskin; ironisnya tetap miskin sampai tua. Ada yang hidupnya (sering) dilanda penyakit yang menimbulkan tangisan derita. Bagaimana pandangan kita melihat hal tersebut?
Bagi kita pengikut Kristus, tentunya mesti berbeda. Allah adalah Pencipta dan Pengendali. "Di dalam Dialah diciptakan segala sesuatu dan bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!" (Kol. 1:16; Rm. 11:36). Kita hidup di dunia ini pun dalam tujuan Allah, sementara saja, seperti peziarahan. Nafas kita berasal dari Roh Allah di sorga dan akan kembali ke sorga, sebab “kewargaan kita terdapat di dalam sorga" (Flp. 3:20).
Dalam menjalani peziarahan di dunia, kita dapat sukses dan hidup di istana. Tetapi dapat juga berupa padang gurun yang dijalani terus berputar-putar, tidak tercapai pengharapan bahkan tidak berani berharap.
Dalam hal ini kita perlu melihat dan merenungkan kembali pertanyaan dasar: siapakah aku? Apa tantangan dan masalah dalam hidupku? Apa sebaiknya yang harus kulakukan? Melalui nas ini kita diingatkan akan perintah bersyukur dan mengingat perbuatan-Nya (ay. 1-6), dan bukti campur tangan Allah dalam hidup seseorang (ay. 16-22).
Pesan utamanya, ketika kita di gunung hidup penuh berkat materi dan kuasa, atau berada di lembah saat merasa terpuruk, tetap ingat dan jumpailah Tuhan. "Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah... namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN...." (Hab. 3:17-18; Mzm. 23:4, dan Rm. 5:3-5 tentang bermegah dalam kesengsaraan yang menimbulkan ketekunan dan pengharapan). Hidup orang percaya adalah kemampuan mengalihkan masalah dan keluhan menjadi rasa syukur, dengan fokus tetap memegang segala pengajaran-Nya (ay. 45b). Maka, tetaplah setia, carilah Tuhan, bukan hanya berkat-Nya.
Selamat beribadah dan bersekutu dengan sesama.
Tuhan Yesus memberkati. Amin.
Pdt. (Em.) Ir. Ramles Manampang Silalahi, D.Min.
Berita Terbaru
Khotbah
-
Khotbah Minggu XII Setelah Pentakosta - 16 Agustus 2026Khotbah Minggu XII Setelah Pentakosta - 16 Agustus 2026 SISA...Read More...
-
Khotbah (2) Minggu XII Setelah Pentakosta - 16 Agustus 2026Khotbah Minggu XII Setelah Pentakosta - 16 Agustus 2026 – Opsi...Read More...
-
Khotbah (3) Minggu XII Setelah Pentakosta - 16 Agustus 2026Khotbah Minggu XII Setelah Pentakosta - 16 Agustus 2026 - Opsi 3 KASIH...Read More...
- 1
- 2
- 3
- 4
Renungan
-
Khotbah Utube Membalas Kebaikan Tuhan Bagian 1Membalas Kebaikan Tuhan Bagian 1 Khotbah di RPK https://www.youtube.com/watch?v=WDjALZ3h3Wg Radio...Read More...
-
Khotbah Tahun Baru 1 Januari 2015Khotbah Tahun Baru 1 Januari 2015 Badan Pengurus Sinode Gereja Kristen...Read More...
-
Khotbah Minggu 19 Oktober 2014Khotbah Minggu 19 Oktober 2014 Minggu XIX Setelah Pentakosta INJIL...Read More...
- 1
Pengunjung Online
We have 40 guests and no members online
