Monday, August 03, 2026

Khotbah (3) Minggu XI Setelah Pentakosta - 9 Agustus 2026

Khotbah Minggu XI Setelah Pentakosta - 9 Agustus 2026 – Opsi 3

 

 IRIHATI DAN KENAL DIRI (Kej. 37:1–4, 12–28)

 

 ”Setelah dilihat oleh saudara–saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya....” (Kej. 37:4a)

 

Salah satu kunci keberhasilan dalam hidup adalah mengenal diri sendiri dengan baik melalui penilaian jujur dan metode yang benar. Dengan mengenal diri, seseorang akan lebih siap mengembangkan diri. Lebih positif lagi, tidak akan muncul rasa iri hati, cemburu, dan dengki.

 

Firman Tuhan di hari Minggu yang berbahagia ini adalah Kej. 37:1–4, 12–28. Ini kisah hidup Yusuf, anak Yakub, bersama saudara-saudaranya; kisah yang mungkin masih lekat di ingatan kita saat ikut Sekolah Minggu dulu. Yusuf adalah anak kesayangan Yakub, yang sering diberi jubah indah (ay. 3). Selain itu, Yusuf suka menceritakan kejahatan saudara-saudaranya (ay. 2). Puncaknya, Yusuf menceritakan dua mimpinya bahwa kelak saudara-saudaranya akan menyembah dia (ay. 5–10). Hal ini menimbulkan iri hati di hati saudara-saudaranya (ay. 11). Mereka pun bermufakat mencari cara untuk membunuh Yusuf (ay. 18).

 

Menurut R. Adinda dalam buku Penyebab Orang Merasa Iri, ada sebelas penyebab orang iri hati, yakni:

 

1.       Melihat seseorang dari tampak luarnya saja

 

2.      Merasa tersaingi

 

3.      Ingin menjadi sama, tetapi tidak bisa

 

4.      Merasa orang lain lebih tinggi

 

5.      Tidak suka saat melihat orang lain bahagia

 

6.      Menganggap orang yang diiri adalah musuhnya

 

7.      Tidak suka melihat keberhasilan yang orang lain dapatkan

 

8.     Suka menganggap remeh

 

9.      Tidak mau merasa kalah

 

10.  Orang lain memiliki kelebihan yang tak dimiliki olehnya

 

11.   Memiliki hati yang tidak bersih

 

Menurut R. B. Sheridan, “tidak ada nafsu yang begitu kuat berakar di hati manusia seperti iri hati.” Alkitab mengingatkan, “Panas hati kejam dan murka melanda, tetapi siapa dapat tahan terhadap cemburu?” (Ams. 27:4); “Iri hati membusukkan tulang” (Ams. 14:30b); dan “Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat” (Yak. 3:16). Agustinus Hippo bahkan menyebut iri hati sebagai dosa yang kejam.

 Oleh karena itu, iri hati, cemburu, dan dengki perlu dikendalikan. Langkah pertama adalah pengenalan diri sendiri: siapa kita di hadapan Tuhan, apa maksud Tuhan dengan keberadaan kita, dan bagaimana kita seharusnya memandang orang lain. Kedua, melakukan evaluasi diri untuk mengenal dan mengetahui talenta serta karunia rohani yang Tuhan berikan. Ada banyak metode, salah satunya analisis SWOT, untuk menilai kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan dalam diri sendiri.

Metode lain yang populer adalah Jendela Johari. Metode ini membantu mengenal diri sendiri dengan menilik hubungan antara diri dan orang lain. Melalui empat kotak jendela, kita menuliskan hal-hal yang sudah kita ketahui dan belum diketahui tentang diri sendiri, termasuk wilayah titik buta (blind spot) yang masih harus dikenali.

 

Langkah ketiga adalah selalu mengucap syukur atas anugerah dan berkat yang Tuhan berikan. Jika ingin berubah, mintalah dalam doa dan terus berusaha. Kembangkan potensi yang sudah ada. Tidak ada manfaatnya mengurusi orang lain karena hal itu tidak membawa pengaruh bagi dirinya. Justru iri hati tidak membawa hal positif dalam diri kita, malah menjadi sumber ketidakbahagiaan.

 

Terakhir, jangan terlalu membandingkan diri dengan orang lain. Ojo dibandingke, kata penyanyi cilik Farel Prayoga. Sebagaimana Yusuf, tangan Tuhan terus bekerja sesuai rencana-Nya. Dari Ruben yang menyarankan Yusuf dijual saja, teman sepenjaranya yang menceritakan kemampuan Yusuf menafsir mimpi, hingga Potifar majikannya, semua itu bagian dari rencana Tuhan. Apa pun penilaian orang lain dan masalah yang terjadi, tangan Tuhan akan selalu bekerja memberi jalan keluar.

 

Sebagai pengikut Kristus, buanglah iri hati, cemburu, apalagi dengki. Tetaplah bersyukur (1Tes. 5:18) dan lakukan hal baik bagi Tuhan dan sesama (Mat. 22:37–39).

 

Selamat beribadah dan selamat melayani.

 

Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Pdt. (Em.) Ir. Ramles Manampang Silalahi, D.Min.

 

 

Khotbah

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4

Renungan

Pengunjung Online

We have 40 guests and no members online

Statistik Pengunjung

14217418
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Keseluruhan
5102
5311
10413
14164698
16293
136921
14217418

IP Anda: 216.73.217.104
2026-08-03 21:18

Login Form