Kabar dari Bukit, Minggu 25 Januari 2026
Kabar dari Bukit
MANDIRILAH DAN BEKERJALAH (1Tes. 4: 9-12)
”Ku tahu benar ‘ku dipegang erat, di gunung tinggi dan samudera; di taufan g’lap ‘ku didekap. Bapa sorgawi t’rus menjagaku" (Lirik NKB 128)
Perjalanan hidup kadang tidak seperti yang kita harapkan. Hambatan dan tantangan bisa saja muncul tiba-tiba, bagai tamu tak diundang. Masalah menjadi lebih besar jika iman sebagai benteng pertahanan masih lemah, dalam arti belum berpondasi kuat. Akhirnya sering terjadi lari dari masalah, bahkan berpikir mengambil jalan pintas mengambil yang gampangnya atau ingin mati saja.
Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu yang berbahagia ini adalah 1Tes. 4: 9-12. Nas ini menjelaskan tentang situasi jemaat Tesalonika yang baru bertumbuh. Mereka belum lama menjadi pengikut Kristus. Ternyata ketika mereka memperlihatkan identitasnya sebagai orang Kristen, muncul masalah besar dalam kehidupan mereka, baik secara sosial, ekonomi maupun psikis.
Mereka dikucilkan di bidang sosial dengan dianggap tidak setia pada komunitas, membawa ajaran atau pemikiran baru, dicurigai dan dituduh sebagai pengganggu ketertiban. Dalam bidang ekonomi mereka dipersulit di pekerjaan, hubungan bisnis terputus, diboikot yang membuat sulit mencari nafkah. Tentu hal ini tidaklah mudah, malah membawa ke masalah psikis dalam keseharian mereka karena disebut anti-sosial. Apalagi, terkadang datang perlakuan buruk dengan kekerasan (Kis. 17:1–9).
Tentunya kita juga bisa mengalami hal yang serupa saat ini, terlebih kita minoritas di tengah umat mayoritas. Atau di situasi lain, masalah yang datang serasa sedemikian beratnya sehingga kita berpikir tidak mampu lagi mengatasinya; ingin lari menjauh atau mati saja.
Firman Tuhan melalui Rasul Paulus memberi pedoman yang sangat baik menghadapi situasi seperti ini. Yang pertama ditekankan supaya tetap menjaga pola hidup yang berkenan kepada-Nya dan bahkan lebih bersungguh-sungguh (ay. 1-8). Kedua, perlunya kasih persaudaraan diperkuat. Di sini pentingnya mengikuti persekutuan dan bergereja sehingga permasalahan yang ada tidak dihadapi sendirian. Bangunlah kebersamaan dalam kasih persaudaraan dan lakukan lebih bersungguh-sungguh; Itulah bentuk kasih mengasihi dari Allah (ay. 9-10).
Hal ketiga berusahalah untuk mandiri. Ada banyak cara dan jalan untuk dapat bertahan hidup. "Anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang, mengurus persoalan-persoalan sendiri dan bekerja dengan tanganmu, seperti yang telah kami pesankan kepadamu" (ay. 11). Tidak perlu grasak-grusuk apalagi mengganggu dan menyulitkan orang lain. Tuhan memberi kita tubuh, tangan, kaki, mata dan lainnya termasuk talenta. Hambatan kemalasan, ego dan kesombongan mesti disingkirkan. Kemandirian adalah kehormatan dan sebuah kebanggaan. Ingat firman Tuhan yang berkata: "Jika seseorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan (2Tes. 3:10b).
Terakhir, nas ini meminta untuk tetap menjadikan hidup sebagai sebuah kesaksian. Kasih kepada Allah harus terlihat dalam kasih kepada sesama (1Yoh. 4:20). Kerohanian yang bersih hendaklah seirama dengan etos kerja dan etika sosial. Itulah sikap seorang Kristen sejati, yang ingin memuliakan Tuhan dalam hidupnya. Di mana ada kemauan di situ pasti ada jalan. Tuhan tidak pernah membiarkan mereka yang terus mencari dan mencari. "Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar. Akan tetapi, kejahatanmulah yang memisahkan antara kamu dari Allahmu, dan dosamulah yang membuat wajah-Nya tersembunyi dari kamu, sehingga Ia tidak mendengar" (Yes. 59:1-2). Tetap semangat, jangan mudah menyerah.
Selamat hari Minggu dan selamat beribadah.
Tuhan Yesus memberkati, amin.
Pdt. (Em.) Ir. Ramles Manampang Silalahi, D.Min.
Berita Terbaru
Khotbah
-
Khotbah Minggu V Setelah Epifani, 8 Februari 2026Khotbah Minggu V Setelah Epifani – 8 Februari 2026 HIKMAT...Read More...
-
Khotbah (2) Minggu V Setelah Epifani, 8 Februari 2026Khotbah Minggu V Setelah Epifani – 8 Februari 2026 (Opsi 2) IBADAH...Read More...
-
Khotbah (3) Minggu V Setelah Epifani, 8 Februari 2026Khotbah Minggu V Setelah Epifani – 8 Februari 2026 (Opsi 3) GARAM...Read More...
- 1
- 2
- 3
- 4
Renungan
-
Khotbah Utube Membalas Kebaikan Tuhan Bagian 1Membalas Kebaikan Tuhan Bagian 1 Khotbah di RPK https://www.youtube.com/watch?v=WDjALZ3h3Wg Radio...Read More...
-
Khotbah Tahun Baru 1 Januari 2015Khotbah Tahun Baru 1 Januari 2015 Badan Pengurus Sinode Gereja Kristen...Read More...
-
Khotbah Minggu 19 Oktober 2014Khotbah Minggu 19 Oktober 2014 Minggu XIX Setelah Pentakosta INJIL...Read More...
- 1
Pengunjung Online
We have 22 guests and no members online
